Getuk Lindri,Kue Tradisional khas Yogyakarta dan cara pembuatannya!
shinta monica , 115210290.
Indonesia kaya akan warisan budaya kuliner, dan salah satu
yang paling populer adalah kue tradisional jajanan pasar. Salah satu kue yang
tak boleh terlewatkan adalah getuk lindri. Getuk lindri merupakan kue
tradisional Indonesia yang terbuat dari singkong. Getuk sendiri terbagi menjadi
dua macam, yakni getuk biasa dan getuk lindri. Getuk biasa terbuat dari
singkong kukus atau rebus yang ditumbuk dengan gula merah, diiris halus lalu
disajikan bersama parutan kelapa. Sementara getuk lindri biasanya akan memberi
tambahan pewarna makanan pada singkong yang sudah ditumbuk halus bersama gula
merah. Tak jarang juga getuk dikombinasikan dengan bahan makanan lainnya
seperti ubi, talas, atau pisang supaya memberikan rasa dan aroma yang lebih
nikmat. Getuk paling enak dijadikan camilan sore hari bersama secangkir kopi
atau teh.
Kue ini memiliki tekstur yang lembut dan manis dengan rasa
yang khas. Nama "Lindri" dalam Getuk Lindri diambil dari bahasa Jawa
yang berarti "lembut". Kue ini biasanya dijual di pasar tradisional
dan sering ditemukan dalam berbagai acara seperti perayaan, pesta, atau
festival budaya. Proses pembuatan getuk lindri dimulai dengan mengupas dan
memotong singkong menjadi bagian kecil. Kemudian, singkong direbus hingga empuk
dan ditumbuk hingga halus. Hasil tumbukan singkong tersebut kemudian dicampur
dengan kelapa parut yang telah dicampur gula. Campuran ini kemudian diuleni
hingga merata dan dicetak menjadi bentuk bentuk yang unik, seperti bulat atau
oval. Setelah itu, Getuk Lindri dikukus hingga matang dan siap untuk disajikan.
Salah satu daya tarik utama dari getuk lindri adalah teksturnya yang lembut dan
kenyal. Ketika digigit, kue ini langsung meleleh di mulut, memberikan sensasi
yang enak dan menggugah selera. Selain itu, perpaduan rasa manis dari singkong
dan gula dengan aroma harum kelapa parut memberikan sentuhan yang sempurna.
Banyak orang menyukai getuk lindri karena kesederhanaan
rasanya yang tetap menggugah selera. Getuk lindri juga memiliki beragam varian
rasa yang menarik. Selain rasa asli, ada juga varian rasa seperti pandan,
cokelat, atau kelapa muda yang memberikan variasi dalam tampilan dan cita rasa
kue ini. Setiap varian memiliki keunikan dan daya tariknya sendiri, memberikan
pengalaman yang berbeda setiap kali kita mencicipinya. Kue getuk lindri juga
memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Sebagai kue tradisional, getuk
lindri menjadi bagian penting dari warisan kuliner Indonesia. Kehadirannya
tidak hanya sebagai camilan yang lezat, tetapi juga sebagai simbol identitas
budaya. Kue ini telah melewati turun temurun dan terus dikenang oleh masyarakat
Indonesia, menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari tradisi dan
kebiasaan sehari hari. Selain itu, getuk lindri juga memiliki nilai gizi yang
bermanfaat. Singkong, bahan utama dalam kue ini, mengandung karbohidrat yang
tinggi serta serat dan vitamin C. Hal ini menjadikan Getuk Lindri sebagai
camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga memberikan nutrisi yang baik bagi
tubuh. Dalam kesimpulannya, getuk lindri adalah kue tradisional jajanan pasar
yang sangat istimewa. Kelezatannya yang unik, teksturnya yang lembut, dan rasa
manis yang lezat membuatnya menjadi favorit banyak orang. Dengan berbagai
varian rasa dan nilai historisnya yang tinggi, getuk lindri adalah bukti hidup
dari kekayaan budaya kuliner Indonesia.
Getuk dengan Warna-warni para getuk lindri ternyata
menyimpan sejarah yang cukup kelam. Mengutip dari berbagai sumber, getuk lindri
diciptakan saat masyarakat sedang mengalami krisis pangan. Saat itu, Indonesia
masih dalam penjajahan Belanda. Para warga pun kesulitan mencari beras. Karena
tak ingin berada dalam keadaan lapar terus-menerus, maka masyarakat pun
mengolah singkong menjadi makanan sebagai pengganti beras. Memang proses
pengolahan singkong ini tak berjalan mulus. Namun, untungnya di Desa Karet, Magelang,
ada seorang laki-laki bernama Mbah Mohtar yang mampu mengolah singkong menjadi
penganan yang lezat dan mengenyangkan, yakni getuk lindri. Selain lezat, getuk
lindri buatannya juga memiliki tampilan yang cantik. Getuk lindri kemudian
populer di kawasan Magelang dan sekitarnya. Konon, nama getuk berasal dari
proses pengolahan singkong yang ditumbuk sampai halus. Suara ‘tuk-tuk’ dari
proses tersebut kemudian dijadikan nama untuk penganan ini, yaitu getuk.
Sementara itu, nama lindri berasal dari alat penggulung adonan getuk yang
membuatnya terlihat seperti mi. Versi lain menyebutkan, lindri merupakan
julukan adonan getuk yang belum matang. Lebih jauh lagi, penganan ini ternyata
juga memiliki filosofi tersendiri. Bagi masyarakat Jawa, penganan ini adalah
simbol rasa syukur karena tercipta saat masa paceklik pangan. Ternyata,
kehadiran getuk lindri masih bertahan hingga sekarang, meski banyak jenis
makanan lain yang lebih modern.
Lalu ini ada resep pembuatan getuk lindri:
Bahan:
·
500 gr singkong, lalu kupas
·
100 gram gula pasir
·
1/2 sendok teh vanili
·
4 tetes pasta coklat
·
50 gr Palmia Margarin Serbaguna
·
1/2 butir kelapa yang diparut kasar dan dibuang
kulit ari nya
·
1/4 sendok teh garam
Cara membuat:
1.
Didihkan gula, air, dan vanili sampai kental
2.
Kemudian angkat, dinginkan suhu ruang
3.
Kukus kelapa parut yang di campur dengan sedikit
garam, sisihkan
4.
Kukus singkong sampai lembut lalu tumbuk selagi
panas
5.
Tambahkan air rebusan gula bersama pasta cokelat
dan Palmia Margarin Serbaguna ke dalam singkong tumbuk, lalu aduk sampai halus
dan tercampur rata
6.
Giling adonan dengan gilingan getuk hingga
keluar bentuk mie, kemudian potong sesuai selera
7.
Hidangkan bersama kelapa parut


Komentar
Posting Komentar