Media Sosial: Kekuatan dan Tantangan di Era Digital



https://www.canva.com/design




Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari dan menjadi salah satu inovasi terbesar di era digital kita ini, media sosial ini berperan untuk  mempermudah kegiatan kita dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berbagi berbagai informasi dalam jangkauan yang luas antara satu individu ke individu lainnya. Tetapi selain banyak manfaat, seperti menghubungkan orang-orang di seluruh dunia dan memfasilitasi komunikasi secara online, media sosial juga telah menimbulkan tantangan dan masalah yang perlu kita hadapi.


Apabila ditinjau dari definisi, teknologi memiliki artian keseluruhan sarana untuk menyediakan barang dan fasilitas yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia Berdasarkan pengertian tersebut, tentu dapat diketahui bahwa penciptaan teknologi dimaksudkan untuk hal yang baik. Namun di kehidupan modern sekarang, nyatanya teknologi malah banyak menimbulkan permasalahan yang membuat miris, terutama bagi generasi-generasi penerus bangsa.


Salah satu tantangan terbesar yang dihadirkan oleh media sosial adalah penyebaran informasi atau berita palsu (hoaks) dan privasi. Seiring dengan pertumbuhan aplikasi atau media seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, dan berbagai website lainnya, kita harus menjadi lebih kritis dalam menilai informasi yang kita temui di media sosial dan memastikan bahwa sumbernya dapat dipercaya dan aman. Kita juga harus bisa menjaga privasi dan data-data yang kita miliki agar tidak tersebar dan disalahgunakan oleh individu yang memanfaatkan celah tersebut.


Di balik kenyamanan yang didapatkan, media sosial bagaikan pedang bermata dua, sifat dasar dari media sosial yang amat sangat terbuka tersebut dapat menjadi berbahaya apabila dalam penggunaannya kita tidak berhati-hati. Peristiwa semacam ini lebih sering terjadi kepada kalangan yang lebih muda. Mengapa demikian? Jawabannya tidak lain karena usia muda berarti pikiran yang lebih labil dan cenderung mempertahankan pendapat yang mereka anggap benar, tanpa argumen yang rasional, meskipun nyatanya pendapat itu salah. Mereka cenderung untuk mengikuti apapun yang teman sebayanya lakukan agar dianggap eksis dan tidak tertinggal.


Selain itu, media sosial juga dapat mengundang individu untuk berperilaku negatif seperti perundungan online, pelecehan online, ketidaksetaraan dan pelanggaran privasi, menyalahgunakan berbagai data yang tersebar di media sosial. Akibat dari kebebasan yang disediakan oleh aplikasi atau website inilah yang dapat memberi keberanian kepada oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Meskipun tindakan yang dilakukan dapat dianggap sepele, namun bisa saja tindakan negatif ini memiliki dampak yang besar bagi korban yang mengalaminya. Tentu perilaku negatif dalam penggunaan media digital ini tidak boleh dianggap remeh dan harus ditindaklanjuti dengan ketat. Oleh sebab itu diperlukan kesadaran yang lebih besar tentang etika dalam bermedia sosial.


Dampak yang ditimbulkan bagi para korban perilaku negatif di media sosial sangat besar dan tidak jarang sangat membahayakan, misalnya seperti gangguan mental dan emosional, merusak reputasi dan citra seseorang, gangguan kesehatan, depresi, trauma, menurunkan percaya diri seseorang, dan hingga yang paling buruk dapat memunculkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Karena tindakan negatif di media sosial inilah yang dapat memicu seseorang berpikir tidak jernih dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri nya sendiri.

Komentar

Postingan Populer