Cara Melakukan Gerakan Senam Sehat

 Nama: Dea Novera

 NIM: 115210275

                                                                 


Sumber: gramedia.com

Senam bukan sekadar gerakan-gerakan yang anggun di atas permukaan matras atau panggung, tetapi seni yang merayakan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan tubuh. Senam adalah kegiatan fisik yang melibatkan serangkaian gerakan atau latihan yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran tubuh, kelenturan, kekuatan otot, dan keseimbangan. Aktivitas ini umumnya dilakukan dengan pola gerakan yang terorganisir, termasuk langkah-langkah kaki, gerakan tangan, dan serangkaian postur tubuh tertentu. Senam sering kali dianggap sebagai bentuk olahraga atau kegiatan rekreasi yang melibatkan gerakan tubuh secara teratur dan terorganisir. Jenis senam sangat beragam, mencakup senam ritmis, senam artistik, senam aerobik, senam kesehatan seperti yoga dan pilates, serta berbagai bentuk senam lainnya. Artikel ini akan menjelaskan tentang senam, baik dari segi sejarahnya, teknik gerakan, hingga manfaat kesehatan yang dapat diperoleh.

Sejarah senam

Sejarah senam melibatkan perjalanan panjang yang mencakup perkembangan dari bentuk awalnya sebagai bagian dari latihan fisik militer hingga menjadi aktivitas yang mencakup beragam jenis gerakan dan bentuk seni. Berikut adalah gambaran singkat sejarah senam. Sejarah senam dimulai di zaman kuno, terutama di Yunani, di mana senam digunakan sebagai latihan fisik dalam konteks militer. Olahraga ini membantu melatih prajurit untuk meningkatkan kekuatan, kelincahan, dan ketahanan fisik. Romawi Kuno mewarisi dan mengembangkan tradisi senam dari Yunani. Senam Romawi melibatkan latihan-latihan fisik yang terorganisir dan rutin, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kesiapan prajurit. Selama Abad Pertengahan, senam kehilangan popularitasnya di Eropa karena pergeseran fokus sosial dan politik. Namun, di Timur Tengah dan Asia, seperti di Tiongkok dan India, tradisi senam tetap hidup dalam bentuk latihan seperti tai chi dan yoga. Renaissance di Eropa menghadirkan minat baru terhadap seni dan tubuh manusia. Pada abad ke-18, pengaruh kembali dari tradisi senam klasik Yunani dan Romawi muncul di sekolah-sekolah militer dan lembaga pendidikan Eropa. Pada pertengahan abad ke-19, Per Henrik Ling, seorang ahli fisiologi Swedia, memperkenalkan sistem latihan yang kemudian dikenal sebagai "Swedish System" atau "Swedish Gymnastics." Sistem ini menekankan gerakan dan latihan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kebugaran.Di Amerika Serikat, Catharine Beecher dan Dio Lewis berperan dalam mempopulerkan senam pada abad ke-19. Mereka melihat senam sebagai sarana untuk mempromosikan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan.

Gerakan senam ritmis muncul pada awal abad ke-20 dan berkembang sebagai kombinasi antara senam dan gerakan tarian yang diiringi musik. Ini menambahkan dimensi seni dan ekspresi dalam dunia senam. Senam diperkenalkan dalam Olimpiade modern pada tahun 1896 di Athena. Senam artistik menjadi cabang olahraga yang diperlombakan dengan gerakan-gerakan akrobatik di atas berbagai alat dan di atas lantai. Seiring waktu, senam terus berkembang menjadi berbagai jenis dan gaya, termasuk senam aerobik, senam kesehatan, dan berbagai inovasi dalam teknik dan peraturan perlombaan. Pada abad ke-21, terjadi peningkatan kesadaran akan kesehatan dan kebugaran. Senam menjadi pilihan populer sebagai aktivitas fisik yang menyenangkan dan bermanfaat.

Manfaat Kesehatan:

1.       Peningkatan Keseimbangan dan Fleksibilitas:

Gerakan-gerakan senam membantu meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas tubuh. Ini berkontribusi pada peningkatan postur tubuh dan pencegahan cedera.

2.       Pengembangan Kekuatan Otot:

Senam melibatkan penggunaan sebagian besar kelompok otot, membantu memperkuat otot-otot tubuh dan meningkatkan daya tahan fisik.

3.        Peningkatan Kesehatan Mental:

Aktivitas senam dapat memberikan manfaat kesehatan mental dengan meredakan stres, meningkatkan mood, dan mengurangi gejala depresi. Fokus pada gerakan juga membantu meningkatkan konsentrasi.

4.       Kebugaran Kardiovaskular:

Senam aerobik secara khusus dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular dengan meningkatkan detak jantung dan sirkulasi darah.

5.       Peningkatan Kualitas Hidup:

Melibatkan diri dalam senam secara teratur dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan dengan menjaga tubuh yang sehat dan aktif.

Teknik Gerakan Senam:

1.       Gerakan Ritmis:

Senam ritmis memadukan gerakan tubuh, tarian, dan manipulasi alat seperti bola, tali, atau gelang. Gerakan yang lembut dan anggun menjadi ciri khas senam ritmis.

2.       Senam Artistik:

Senam artistik melibatkan gerakan-gerakan akrobatik dan kreatif di atas alat-alat seperti palang, lantai, dan kuda loncat. Keindahan gerakan dan keterampilan teknis sangat ditekankan dalam senam artistik.

3.       Senam Aerobik:

Senam aerobik berfokus pada gerakan berirama dan energik untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Rutin senam aerobik sering mencakup langkah-langkah kaki, loncatan, dan gerakan tangan yang bersinkron.

4.       Senam Kesehatan:

Senam kesehatan, seperti senam yoga atau pilates, menekankan pada keseimbangan tubuh, pernapasan, dan kelenturan. Gerakan ini dirancang untuk meningkatkan kekuatan inti dan kesehatan tulang.

Unsur- unsur dalam senam:

1.       Keindahan

Senam yang menggunakan ritme, maka senam atau gerakan ini mempunyai unsur yang indah. Sehingga unsur keindahan tersebut menjadi point penting dalam senam.

2.       Keluwesan

Unsur ini dapat menjadi penanda seberapa sering seseorang melakukan senam. Sebab keluwesan ini akan muncul jika seseorang latihan secara teratur.

3.       Ketrampilan

Dalam senam ritmik merupakan nilai salah satu kekreativitasan atau keterampilan dalam menggerakan tubuh. Keterampilan sangatlah berpengaruh dalam membuat gerakan yang baru.

4.       Kekuatan

Setiap senam pasti membutuhkan energi, jadi jika anda ingin melakukan aktivitas senam perlu adanya kekuatan, jika tidak ada kekuatan maka gerakan tersebut tidak akan sesuai dengan semestinya.

5.       Keseimbangan

Gerakan ini dilakukan untuk gerakan yang sulit karena diperlukannya keseimbangan seperti memutar badan dengan satu kaki, dsb.

6.       Kelenturan

Kelenturan ini sangatlah penting dalam melakukan senam agar sesuai dengan gerakan yang diberikan. 

Komentar

Postingan Populer