Selamat datang di "weekly blogger" disini merupakan kumpulan artikel yang dapat kalian baca. Blog ini mempunyai berbagai macam judul seperti olahraga, fashion, makanan, wisata, game, dan media sosial. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan para pembaca. Maka ayuklah bergabung dengan kami!! Terimakasih
Perubahan, Masalah dan Solusi Sosial-Budaya di Era Digital
https://www.istockphoto.com/
Macionis (1987) lebih spesifik mendefinisikan perubahan sosial sebagai transformasi yang terjadi dalam organisasi masyarakat baik dalam pola pikir maupun perilaku pada waktu tertentu. Definisi ini relatif sama dengan padangan Ritzer dkk. (1987) yang mendefinsikan perubahan sosial secara umum mengacu kepada variasi hubungan antar-individu, kelompok, organisasi, kultur, dan masyarakat pada waktu tertentu. Dalam konteks ini, periode dan waktu tertentu dalam definisi perubahan sosial ini adalah era digital yang nyata dan memiliki dampak sosial hari ini.Kajian perubahan sosial dalam wacana sosial politik tentu lebih fokus mengamati secara empiris segala perubahan yang telah terjadi, faktor-faktor yang mentrigger perubahan, dan konsekuensi konkret dari adanya perubahan sosial dan politik yang terjadi terutama di era digital dan media sosial hari ini (Lim, 2017).
Kajian perubahan sosial banyak dipengaruhi oleh teori sistem dan teori dinamika kehidupan sosial yang diarahkan untuk memahami karakter dan tipe proses sosial yang terjadi terutama dalam melihat bentuk proses sosial yang terjadi, hasil yang diakibatkan, kesadaran tentang proses sosial di kalangan anggota masyarakat, kekuatan yang menggerakan perubahan, tingkat proses perubahan sosial, dan jangka waktu berlangsungnya proses sosial (Jones, 2016). Sejatinya, trigger perubahan sosial tidak tunggal dan membutuhkan analisis. Walaupun sulit untuk diidentifikasi, tetapi beberapa faktor bisa disebutkan misalnya inovasi teknologi, ide-ide transformatif-revolusioner, adanya konflik, target mengejar profit, dan faktor gerakan sosial (Ferranto, 2011; Koentjaranigrat, 1985).
Proses perubahan sosial dapat berdampak kepada perubahan yang revolusioner atau perubahan yang reformatif (Toyoda, 2012). Misalnya mobilisasi gerakan sosial dapat melahirkan kelompok, organisasi dan parpol baru, berkembangnya teknologi digital di era Copid 19, atau bahkan pergantian rezim politik di sebuah negara dari rezim otoriter ke rezim demokratis (Sztompka, 2004).
https://www.istockphoto.com/
Perubahan sosial juga sangat terkait dengan perubahan budaya karena budaya berlangsung di arena sosial. Perubahan budaya menyasar perubahan pola pikir, sikap, perilaku dan produk ,budaya dalam masyarakat (Koentjaraningrat, 1990).Perubahan budaya dalam masyarakat terjadi karena proses difusi, akulturasi dan asimilasi (Heider, 1997; Haviland, 1988). Proses difusi
budaya kontemporer misalnya dari berbagai belahan dunia kini terjadi melalui media sosial yang bersifat digital. Setiap individu dan masyarakat terpapar oleh budaya digital hari ini.
Proses akulturasi kontemporer hari ini dapat disaksikan dalam adopsi budaya Korea (K-Pop) dan Jepang (Weibu) dalam kehidupan anak muda millenial dan Gen Z yang masih mengutamakan nasionalisme dan budaya Indonesia. Dan proses asimilasi kontemporer bisa dilihat dalam mindset rasionalisme-mistis di tengah masyarakat dalam dua dekade terakhir.Proses akulturasi kontemporer hari ini dapat disaksikan dalam adopsi budaya Korea (K-Pop) dan Jepang (Weibu) dalam kehidupan anak muda millenial dan Gen Z yang masih mengutamakan nasionalisme dan budaya Indonesia. Dan proses asimilasi kontemporer bisa dilihat dalam mindset rasionalisme-mistis di tengah masyarakat dalam dua dekade terakhir.
Tetapi yang harus diantisipasi dari perubahan sosial dan budaya adalah munculnya residu dan patologi masalah sosial budaya baik yang bersifat individual maupun sistemik. Menurut Soerjono Soekanto (2002), masalah sosial budaya sangat terkait nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut dianggap persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.Paling tidak masalah sosial budaya diawali oleh keresahan moral sebagian orang melihat perilaku amoral dari individu atau kelompok tertentu dalam masyarakat, lalu perilaku amoral itu menjadi keresahan umum, lalu ada upaya bersama dari individu dan masyarakat dalam mengatasi masalah sosial budaya yang ada. Tetapi, masalah sosial budaya tentu kini berkembang semakin kompleks dan canggih karena melibatkan kemajuan teknologi digital dan media sosial.
Komentar
Posting Komentar