Asal Usul Rendang dan Resep pembuatannya yang Lezat!
Indonesia adalah
negara dengan kekayaan kuliner yang mempesona, dan salah satu hidangan yang paling
ikonik dan dicintai di seluruh dunia adalah rendang. Rendang adalah hidangan
daging yang memiliki sejarah panjang dan citarasa yang begitu menggugah selera.
Artikel ini akan membahas asal-usul, sejarah, bahan-bahan, proses pembuatan,
dan makna kultural dari rendang, yang telah menjadikannya salah satu hidangan
terenak di dunia.
Rendang sebenarnya
bukanlah nama makanan. Tapi merujuk pada lamanya waktu memasak daging agar
teksturnya menjadi empuk dan kering serta beraroma rempah sehingga daging
berwarna kecoklatan. Teknik memasak ini menjadikan rendang punya citarasa yang
sangat lezat. Awalnya, rendang dibuat dari daging kerbau dan hanya dinikmati
pada acara-acara adat tertentu saja. Sebab rendang menduduki kasta yang paling
tinggi di antara hidangan lain dan sering disebut sebagai kepalo samba atau
induknya makanan dalam tradisi Minangkabau berdasarkan tulisan Reno Andam Suri
dalam Rendang Traveler: Proses pengawetan ini tentunya dilakukan dengan
tradisional tanpa menggunakan bahan kimia. Dalam proses memasak rendang,
Masyarakat Minangkabau percaya bahwa rendang memiliki 3 makna sikap, yakni
kesabaran, kebijaksanaan, dan ketekunan untuk menghasilkan rendang dengan
kualitas yang baik. Salah satu yang melatarbelakangi kuliner khas Sumatera
Barat ini bisa menyebar hingga ke berbagai tempat adalah karena tradisi
merantau yang biasa dilakukan orang Minangkabau yang membawa rendang sebagai
bekal karena dapat bertahan hingga satu bulan. Hingga sekarang rendang tak
hanya disajikan untuk acara adat saja melainkan menjadi hidangan yang dapat
disantap sehari-hari.
Asal-Usul dan Sejarah
Rendang adalah
hidangan khas Minangkabau, sebuah etnis yang mendiami wilayah Sumatera Barat,
Indonesia. Etimologi dari kata "rendang" sendiri memiliki makna yang
menarik. Kata "rendang" berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti "kurang"
atau "kering". Ini menggambarkan salah satu ciri khas rendang, yaitu
hidangan ini dimasak hingga benar-benar kering dengan sedikit cairan, sehingga
dagingnya menjadi sangat empuk. Meskipun rendang dikenal sebagai hidangan tradisional
Indonesia, catatan tertulis tentang hidangan ini dapat ditemukan dalam catatan
sejarah yang jauh lebih tua. Catatan tertua tentang rendang ditemukan pada
sebuah prasasti dari abad ke-12, yang berarti hidangan ini sudah ada sejak
ratusan tahun yang lalu. Rendang merupakan bagian penting dari budaya
Minangkabau, dan hidangan ini sering disajikan dalam berbagai peristiwa sosial,
seperti pesta pernikahan dan acara adat. Sebagai masakan tradisi, rendang
diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Kemudian
seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai
dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang
banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Rendang disajikan bersama daun
singkong, telur dadar, dan kuah gulai dalam sajian Nasi Ramas Padang.Dalam
memasak daging berbumbu dalam kuah santan, jika ditinjau dari kandungan cairan
santan, sebenarnya terdapat tiga tingkat tahapan, mulai dari yang terbasah
berkuah hingga yang terkering: gulai—kalio—rendang. Dari pengertian ini rendang
sejati adalah rendang yang paling rendah kandungan cairannya. Akan tetapi,
secara umum dikenal ada dua macam jenis rendang: rendang kering dan basah.
Rendang lazimnya dibuat dengan daging sapi atau kerbau. Namun dalam
perkembangannya, ada pula rendang ayam, ikan, dan lain sebagainya.
Bahan-Bahan Utama
Rendang merupakan contoh sempurna dari penggunaan bahan-bahan alami dan rempah-rempah dalam masakan Indonesia. Bahan-bahan utama dalam rendang meliputi:
- Daging: Daging sapi adalah pilihan utama untuk membuat rendang. Daging sapi yang memiliki kadar lemak tinggi lebih disukai karena memberikan tekstur yang lebih lembut dan kaya rasa.
- Santan: Santan kelapa adalah bahan pokok dalam pembuatan
rendang. Santan memberikan kekayaan rasa, tekstur kental, dan aroma khas
rendang.
- Rempah-rempah: Rendang dikenal karena bumbu dan rempah-rempahnya yang
khas. Beberapa rempah-rempah yang digunakan dalam rendang antara lain cengkih,
kayu manis, bunga lawang, jahe, kunyit, serai, ketumbar, dan cabai. Campuran
rempah-rempah ini memberikan cita rasa pedas, manis, dan gurih yang khas pada
rendang.
- Bawang
dan Bawang Putih: Bawang merah
dan bawang putih dihaluskan dan digunakan sebagai bumbu dasar untuk membuat
rendang. Mereka memberikan kompleksitas rasa dan aroma yang mendalam.
Proses Pembuatan yang
Lama dan Sabar
Salah satu hal yang
membuat rendang begitu istimewa adalah proses pembuatannya yang panjang dan
memakan waktu. Pembuatan rendang adalah seni, dan memerlukan kesabaran yang
besar. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam pembuatan rendang:
- · Persiapan
Bahan: Daging sapi
dipotong kecil-kecil sesuai selera dan rempah-rempah dihaluskan bersama dengan
bawang dan bawang putih.
- · Pemasakan
Awal: Daging dan
rempah-rempah dimasak dengan sedikit minyak hingga daging berubah warna. Ini
adalah tahap awal dalam memasak rendang.
- · Pemasakan
Utama: Daging dimasak dalam
santan kelapa dan campuran rempah-rempah. Proses ini memerlukan waktu yang
cukup lama, kadang-kadang berjam-jam, hingga santan mengental dan daging
menjadi sangat empuk.
- · Pengeringan: Seiring dengan pemasakan, air dalam santan
perlahan-lahan menguap, dan daging diaduk terus menerus. Proses ini menciptakan
rendang yang kering dan berbumbu.
- · Pencampuran
Bumbu: Pada tahap akhir,
rendang ditambahkan dengan bumbu terakhir seperti garam dan gula merah. Ini
memberikan cita rasa seimbang antara gurih, manis, dan pedas.
- · Pengukusan: Beberapa varietas rendang kemudian dikukus untuk
memberikan hasil yang lebih empuk dan kering.
Setelah melewati
semua tahap ini, rendang siap disajikan. Proses ini memang memakan waktu,
tetapi hasil akhirnya sangatlah memuaskan.
Makna Kultural
Rendang tidak hanya
sekadar hidangan, tetapi juga memiliki makna kultural yang dalam dalam budaya
Minangkabau dan Indonesia secara keseluruhan. Hidangan ini seringkali
dihidangkan dalam berbagai upacara adat, pernikahan, dan acara sosial penting.
Ini merupakan simbol keramahan dan kedekatan sosial, serta menunjukkan
kedalaman pengetahuan kuliner dalam masyarakat Minangkabau. Selain itu, rendang
juga merupakan hidangan yang sangat fleksibel. Hidangan ini dapat disajikan
dalam berbagai situasi, dari hidangan sehari-hari hingga hidangan istimewa
dalam acara-acara penting. Selain itu, rendang telah menyebar ke berbagai
negara di seluruh dunia, dan banyak restoran dan rumah makan internasional yang
menawarkan rendang sebagai hidangan yang spesial.
Rendang dalam Sorotan
Dunia
Rendang adalah salah
satu hidangan Indonesia yang paling terkenal di dunia. Pada tahun 2011, rendang
diakui sebagai salah satu dari "World's 50 Most Delicious Foods" oleh
CNN International. Pada tahun 2018, rendang juga mendapatkan status sebagai
Warisan Budaya Takbenda UNESCO.Kepopuleran rendang tidak hanya terbatas pada
kalangan pecinta masakan Indonesia, tetapi juga menarik perhatian pecinta
masakan dari berbagai negara. Hidangan ini telah menjadi favorit di banyak
restoran Indonesia di luar negeri, dan banyak koki internasional terkenal telah
mencoba memasak rendang dan mengakui kompleksitas.



Komentar
Posting Komentar