Asal Usul Rendang dan Resep pembuatannya yang Lezat!

 





shinta monica 115210290


Indonesia adalah negara dengan kekayaan kuliner yang mempesona, dan salah satu hidangan yang paling ikonik dan dicintai di seluruh dunia adalah rendang. Rendang adalah hidangan daging yang memiliki sejarah panjang dan citarasa yang begitu menggugah selera. Artikel ini akan membahas asal-usul, sejarah, bahan-bahan, proses pembuatan, dan makna kultural dari rendang, yang telah menjadikannya salah satu hidangan terenak di dunia.

Rendang sebenarnya bukanlah nama makanan. Tapi merujuk pada lamanya waktu memasak daging agar teksturnya menjadi empuk dan kering serta beraroma rempah sehingga daging berwarna kecoklatan. Teknik memasak ini menjadikan rendang punya citarasa yang sangat lezat. Awalnya, rendang dibuat dari daging kerbau dan hanya dinikmati pada acara-acara adat tertentu saja. Sebab rendang menduduki kasta yang paling tinggi di antara hidangan lain dan sering disebut sebagai kepalo samba atau induknya makanan dalam tradisi Minangkabau berdasarkan tulisan Reno Andam Suri dalam Rendang Traveler: Proses pengawetan ini tentunya dilakukan dengan tradisional tanpa menggunakan bahan kimia. Dalam proses memasak rendang, Masyarakat Minangkabau percaya bahwa rendang memiliki 3 makna sikap, yakni kesabaran, kebijaksanaan, dan ketekunan untuk menghasilkan rendang dengan kualitas yang baik. Salah satu yang melatarbelakangi kuliner khas Sumatera Barat ini bisa menyebar hingga ke berbagai tempat adalah karena tradisi merantau yang biasa dilakukan orang Minangkabau yang membawa rendang sebagai bekal karena dapat bertahan hingga satu bulan. Hingga sekarang rendang tak hanya disajikan untuk acara adat saja melainkan menjadi hidangan yang dapat disantap sehari-hari.

Asal-Usul dan Sejarah

Rendang adalah hidangan khas Minangkabau, sebuah etnis yang mendiami wilayah Sumatera Barat, Indonesia. Etimologi dari kata "rendang" sendiri memiliki makna yang menarik. Kata "rendang" berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti "kurang" atau "kering". Ini menggambarkan salah satu ciri khas rendang, yaitu hidangan ini dimasak hingga benar-benar kering dengan sedikit cairan, sehingga dagingnya menjadi sangat empuk. Meskipun rendang dikenal sebagai hidangan tradisional Indonesia, catatan tertulis tentang hidangan ini dapat ditemukan dalam catatan sejarah yang jauh lebih tua. Catatan tertua tentang rendang ditemukan pada sebuah prasasti dari abad ke-12, yang berarti hidangan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Rendang merupakan bagian penting dari budaya Minangkabau, dan hidangan ini sering disajikan dalam berbagai peristiwa sosial, seperti pesta pernikahan dan acara adat. Sebagai masakan tradisi, rendang diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Kemudian seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Rendang disajikan bersama daun singkong, telur dadar, dan kuah gulai dalam sajian Nasi Ramas Padang.Dalam memasak daging berbumbu dalam kuah santan, jika ditinjau dari kandungan cairan santan, sebenarnya terdapat tiga tingkat tahapan, mulai dari yang terbasah berkuah hingga yang terkering: gulai—kalio—rendang. Dari pengertian ini rendang sejati adalah rendang yang paling rendah kandungan cairannya. Akan tetapi, secara umum dikenal ada dua macam jenis rendang: rendang kering dan basah. Rendang lazimnya dibuat dengan daging sapi atau kerbau. Namun dalam perkembangannya, ada pula rendang ayam, ikan, dan lain sebagainya.






Bahan-Bahan Utama

Rendang merupakan contoh sempurna dari penggunaan bahan-bahan alami dan rempah-rempah dalam masakan Indonesia. Bahan-bahan utama dalam rendang meliputi:

  1.   Daging: Daging sapi adalah pilihan utama untuk membuat rendang. Daging sapi yang memiliki kadar lemak tinggi lebih disukai karena memberikan tekstur yang lebih lembut dan kaya rasa.
  2. Santan: Santan kelapa adalah bahan pokok dalam pembuatan rendang. Santan memberikan kekayaan rasa, tekstur kental, dan aroma khas rendang.
  3.  Rempah-rempah: Rendang dikenal karena bumbu dan rempah-rempahnya yang khas. Beberapa rempah-rempah yang digunakan dalam rendang antara lain cengkih, kayu manis, bunga lawang, jahe, kunyit, serai, ketumbar, dan cabai. Campuran rempah-rempah ini memberikan cita rasa pedas, manis, dan gurih yang khas pada rendang.
  4.   Bawang dan Bawang Putih: Bawang merah dan bawang putih dihaluskan dan digunakan sebagai bumbu dasar untuk membuat rendang. Mereka memberikan kompleksitas rasa dan aroma yang mendalam.

Proses Pembuatan yang Lama dan Sabar

Salah satu hal yang membuat rendang begitu istimewa adalah proses pembuatannya yang panjang dan memakan waktu. Pembuatan rendang adalah seni, dan memerlukan kesabaran yang besar. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam pembuatan rendang:

  • ·       Persiapan Bahan: Daging sapi dipotong kecil-kecil sesuai selera dan rempah-rempah dihaluskan bersama dengan bawang dan bawang putih.
  • ·       Pemasakan Awal: Daging dan rempah-rempah dimasak dengan sedikit minyak hingga daging berubah warna. Ini adalah tahap awal dalam memasak rendang.
  • ·       Pemasakan Utama: Daging dimasak dalam santan kelapa dan campuran rempah-rempah. Proses ini memerlukan waktu yang cukup lama, kadang-kadang berjam-jam, hingga santan mengental dan daging menjadi sangat empuk.
  • ·       Pengeringan: Seiring dengan pemasakan, air dalam santan perlahan-lahan menguap, dan daging diaduk terus menerus. Proses ini menciptakan rendang yang kering dan berbumbu.
  • ·       Pencampuran Bumbu: Pada tahap akhir, rendang ditambahkan dengan bumbu terakhir seperti garam dan gula merah. Ini memberikan cita rasa seimbang antara gurih, manis, dan pedas.
  • ·       Pengukusan: Beberapa varietas rendang kemudian dikukus untuk memberikan hasil yang lebih empuk dan kering.

Setelah melewati semua tahap ini, rendang siap disajikan. Proses ini memang memakan waktu, tetapi hasil akhirnya sangatlah memuaskan.

Makna Kultural

Rendang tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga memiliki makna kultural yang dalam dalam budaya Minangkabau dan Indonesia secara keseluruhan. Hidangan ini seringkali dihidangkan dalam berbagai upacara adat, pernikahan, dan acara sosial penting. Ini merupakan simbol keramahan dan kedekatan sosial, serta menunjukkan kedalaman pengetahuan kuliner dalam masyarakat Minangkabau. Selain itu, rendang juga merupakan hidangan yang sangat fleksibel. Hidangan ini dapat disajikan dalam berbagai situasi, dari hidangan sehari-hari hingga hidangan istimewa dalam acara-acara penting. Selain itu, rendang telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia, dan banyak restoran dan rumah makan internasional yang menawarkan rendang sebagai hidangan yang spesial.

Rendang dalam Sorotan Dunia

Rendang adalah salah satu hidangan Indonesia yang paling terkenal di dunia. Pada tahun 2011, rendang diakui sebagai salah satu dari "World's 50 Most Delicious Foods" oleh CNN International. Pada tahun 2018, rendang juga mendapatkan status sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.Kepopuleran rendang tidak hanya terbatas pada kalangan pecinta masakan Indonesia, tetapi juga menarik perhatian pecinta masakan dari berbagai negara. Hidangan ini telah menjadi favorit di banyak restoran Indonesia di luar negeri, dan banyak koki internasional terkenal telah mencoba memasak rendang dan mengakui kompleksitas.


Komentar

Postingan Populer